Senin, 04 November 2013

ALAT INDRA MANUSIA



ALAT INDERA MANUSIA

 

Indera manusia terdiri atas organ-organ tubuh yang sangat peka terhadap rangsangan tertentu.

Ada lima macam indera pada manusia, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit.
Kelima alat indera ini akan berfungsi dengan baik jika: 
1.     saraf-saraf yang berfungsi membawa rangsangan bekerja dengan baik, 
2.     otak sebagai pengolah informasi bekerja dengan baik, 
3.     alat-alat indera tidak mempunyai kelainan bentuk dan fungsinya.

A. Alat Indra Manusia

1.    Mata
Mata adalah organ penglihatan yang menerima rangsangan berupa cahaya.Bola mata terletak di dalam rongga mata dan beralaskan lapisan lemak.
a.    Otot penggerak mata, yaitu: 
1)       Muskulus rektus okuli medial (otot di sekitar mata), berfungsi menggerakkan bola mata. 
2)       Muskulus obliques okuli inferior, berfungsi menggerakkan bola mata ke bawah dan ke dalam. 
3)       Muskulus obliques okuli superior, berfungsi memutar mata ke atas dan ke bawah.
Selain itu, ada otot mata yang berfungsi menutup mata dan mengangkat kelopak mata.Otot yang berfungsi untuk menutup mata yaitu muskulus orbikularis okuli dan muskulus rektus okuli inferior.Sedangkan otot mata yang berfungsi mengangkat kelopak mata, yaitu muskulus levator palpebralis superior. 

b.    Bagian-bagian mata dan fungsinya, yaitu:
1)      Kelopak mata adalah bagian luar mata yang melindungi dan membasahi bagian luar bola mata.
2)      Sklera adalah jaringan kuat, berwarna putih yang menutup dan melindungi bagian luar bola matamu.
3)    Iris merupakan otot  yang mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata. Iris juga merupakan bagian yang member warna mata.
4)   Pupil adalah lubang di tengah-tengah iris, tempat masuknya cahaya. Bila jumlah cahaya yang akan masuk mata berubah, besar iris dan pupil juga berubah. Pupil menjadi lebih besar dalam cahaya remang-remang dan lebih kecil dalam cahaya terang. Mengapa
5)   Kornea adalah lapisan luar mata yang jernih, tembus cahaya sehingga cahaya bisa memasuki pupil. Kornea berfungsi melindungi mata, membantu mempertemukan berkas-berkas cahaya dengan membengkokkan berkas cahaya saat cahaya tersebut memasuki mata.
6)      Lensa adalah bagian jernih mata yang berubah bentuk saat melihat benda dengan jarak yang berbeda. Otot lensa menempel pada lensa. Otot lensa menarik dan mengubah bentuk lensa. Proses ini membantu untuk mempertemukan berkas-berkas cahaya dari obyek yang dekat atau jauh.
7)  Retina adalah bagian mata yang terletak di bagian belakang, tersusun dari sel-sel saraf yang peka terhadap cahaya. Di dalam retina terdapat:
a)    sel-sel batang, untuk menanggapi cahaya remang-remang
b)   sel-sel kerucut, untuk menanggapi cahaya terang dan warna.
Fungsi retina sering disamakan dengan film dalam kamera.
8)  Cairan vitreus adalah cairan seperti agar-agar cair yang memenuhi rongga dalam bola mata, untuk mendorong bagian-bagian mata ke arah luar sehingga bentuk mata tetap bulat.



Gambar 1. Mata dan Bagiannya
2.    Telinga
Telinga merupakan alat indera yang peka terhadap rangsangan berupa gelombang suara. Telinga manusia mampu mendengar suara dengan frekuensi antara 20-20.000 Hz. Selain sebagai alat pendengaran, telinga juga berfungsi menjaga keseimbangan tubuh manusia. 
Skema 1. Bagian Telinga Manusia

 Gambar 2. Telianga dan bagiannya

a.    Koklea adalah kata latin yang berarti rumah siput, berupa ruang berpilin di dalam telinga yang mengandung sel-sel saraf dan berisi cairan. Masing-masing sel saraf di dalam koklea dihubungkan dengan sebuah saraf besar, yaitu saraf pendengar. Saraf pendengar membawa pesan suara ke otak.
b.    Di telinga dalam terdapat saluran setengah lingkaran yang membantu kita mempertahankan keseimbangan.

Proses Mendengar:
a.    Ketika suatu benda bergetar, udara di sekitarnya juga bergetar, menghasilkan energi berbentuk gelombang suara. Telinga luar menangkap gelombang suara dan menyalurkannya ke saluran telinga dan ke telinga tengah.
b.    Di telinga tengah, gelombang suara menggetarkan gendang telinga seperti membran genderang. Getaran ini kemudian bergerak melalui tiga tulang di dalam telinga tengah secara berurutan disebut tulang martil, landasan, dan sanggurdi. Tulang sanggurdi menggetarkan membran di telinga dalam.
c.    Di telinga dalam, ketika tulang sanggurdi bergetar, cairan di dalam koklea juga bergetar. Getaran ini merangsang ujung akhir saraf di dalam koklea untuk menghasilkan impuls. Impuls yang dihasilkan dikirim ke otak oleh saraf pendengar.

3.    Hidung 

Hidung adalah alat indera yang menanggapi rangsangan berupa bau atau zat kimia yang berupa gas. Di dalam rongga hidung terdapat serabut saraf pembau yang dilengkapi dengan sel-sel pembau.Setiap sel pembau mempunyai rambut-rambut halus (silia olfaktori) di ujungnya dan diliputi oleh selaput lendir yang berfungsi sebagai pelembab rongga hidung.

Ketika bernapas, zat kimia yang berupa gas ikut masuk ke dalam hidung. Zat kimia yang merupakan sumber bau akan dilarutkan pada selaput lendir, kemudian meransang rambut-rambut halus pada sel pembau, yang diteruskan ke otak dan diolah sehingga bisa mengetahui jenis bau dari zat kimia tersebut.
Gangguan pada hidung:
a.    radang/sakit pilek yang menghasilkan lender/ ingus, menghalangi bau mencapai ujung saraf pembau.
b.    kotoran pada hidung dan bulu hidung yang terlalu banyak, sehingga mengganggu penciuman 


Gambar 3. Hidung dan bagiannya
4.    Lidah
Lidah adalah alat indera yang peka terhadap rangsangan berupa zat kimia larutan. Lidah memiliki otot yang tebal, permukaannya dilindungi oleh lendir dan penuh dengan bintil-bintil.Kita dapat merasakan rasa pada lidah karena terdapat reseptor yang dapat menerima rangsangan.Reseptor itu adalah vavila pengecap atau kuncup pengecap.Kuncup pengecap merupakan kumpulan ujung-ujung saraf yang terdapat pada bintil-bintil lidah.Tidak semua bagian lidah peka terhadap zat kimia dan daerahnya juga khusus untuk rasa tertentu. 

Tabel 1. Letak Kuncup Pengecp pada Lidah

5.    Kulit
Kulit adalah alat indera yang peka terhadap rangsangan berupa sentuhan, tekanan, panas, dingin, dan nyeri atau sakit. Kepekaan tersebut disebabkan karena adanya ujung-ujung saraf yang ada pada kulit. Biasanya ujung saraf indera peraba ada dua macam, yaitu ujung saraf bebas yang mendeteksi rasa nyeri atau sakit, dan ujung saraf yang berselaput (berpapilia).

Tabel 2. Ujung saraf yang berselaput dan rangsangannya

Pesan dari sel-sel saraf di dalam kulit berjalan menuju otak besar, kemudian diterjemahkan sebagai
pesan-pesan panas, dingin, sakit, tekanan, atau sentuhan.
Gambar 4. Kulit dan bagiannya

B. Kelainan Alat Indra Manu

1.    Kelainan pada Mata
a.    Miopi, (rabun jauh) adalah kelainan pada mata yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat jauh, karena bola mata terlalu panjang dan bayangan benda jatuh di depan bintik kuning. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kaca mata berlensa cekung (negatif)
b.    Hipermetropi, (rabun dekat) adalah kelainan pada mata yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat dekat. Hal itu terjadi karena bola mata terlalu pendek dan bayangan jatuh di belakang bintik kuning. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kaca mata berlensa cembung (positifl.
c.    Presbiopia, (rabun dekat danjauh) adalah kelainan yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat dekat dan jauh, karena daya akomodasi mata mulai berkurans. Kelainan ini dialami oleh orang tua sehingga disebut juga mata tua. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata berlensa rangkap, yaitu bagian atas berlensa cekung (negatif) dan bagian bawah berlensa cembung (positif).
d.   Rabun Senja, (rabun ayam) tidak dapat melihat dengan baik pada senja dan malam hari ketika cahaya mulai rentang-remang. Gangguan penglihatan ini disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Cara mencegah dan mengatasi gangguan ini ialah dengan mengonsumsi rnakanan yang banyak mensandung vitamin A, misalnya wortel. pepaya, dan tomat
e.    Astigmatis, (mata silindris) adalah kelainan pada mafa yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur, karena penderita tidak mampu melihat garis-garis horizontal dan vertikal secara bersama-sama. Mata tidak mampu memfokuskan pandangan karena kornea mata tidak berbentuk bola. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata silindris.
f.     Keratomalasi, ditandai dengan kornea mata yang keruh, karena kekurangan vitamin A yang sangat parah. Jadi, penyakit ini merupakan tingkat lanjut rabun senja. Kekurangan vitamin A menimbulkan penebalan selaput lendir mata. Akibatnya, permukaan mata yang biasanya basah menjadi kering dan kasar (xeroftalmia/xerosis). Ji ka tidak segera cliatasi. akan menimbulkan kebutaan
g.    Katarak, (bular mata) merupakan kelainan pada lensa mata. Lensa mata menjadi kabur dan keruh sehingga cahaya yang masuk tidak dapat mencapai retina. Biasanya, katarak diderjta oleh orang yang berusia lanjut. Katarak dapat diatasi dengan tindakan operasi.
h.    Juling, disebabkan adanya ketidak serasian kerja otot penggerak bola mata kanan dan kiri. Kelainan ini dapat diatasi dengan tindakan operasi pada otot mata.
i.      Glaukoma, ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata. Tekanan terjadi karena adanya sumbatan pada saluran di dalam bola mata dan pembentukan cairan di bola mata yang berlebihan. Kelainan yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kebutaan. Kelainan ini dapat diatasi dengan obat-obatan yang harus diminum seumur hidup atau dengan tindakan pembedahan.
j.      Buta Warna, yaitu tidak dapat membedakan warna tertentu. misalnya merah, hijau. dan biru, merupakan penyakit keturunan yang tidak dapat disembuhkan. Buta warna lebih banyak diderita laki-laki dari pada perempuan.


2.    Kelainan pada Telinga
a.    Radang Telinga, terjadi di bagian luar maupun tengah. Radang telinga bagian luar terjadi karena bakteri. jamur. atau virus yang masuk melalui berbagai cara. misalnya masuk bersama air ketika berenang. Radang telinga tengah (otitis media) dapat terjadi karena bakteri atau virus. misalnya virus influenze. yang masuk dari rongga mulut melirlui saluran Eustachius.
b.    Otosklerosis, merupakan tuli konduksr yang menahun karena tulang sanggurdi kaku dan tidak dapat bergerak secara leluasa. Penyakit ini harus ditangani oleh dokter THT.
c.    Labirintitis, merupakan gangguan pada labirin dalam telinga, disebabkan oleh infeksi, gegar otak, dan alergi. Gejalanya antara lain telinga berdengung, mual, muntah, vertigo, dan berkurang pendengaran.
d.   Motion sickness, (mabuk perjalanan) merupakan gangguan pada fungsi keseimbangan,  disebabkan rangsangan yang terus menerus oleh gerakan atau getaran-getaran yang terjadi selama perjalanan, baik darat, laut maupun udara atau ketika menaiki wahana-wahana di dunia permainan. Biasanya disertai dengan muka pucat, berkeringat dingin dan pusing.
e.    Tuli (tuna rungu), ialah kehilangan kemampuan untuk dapat mendengar. Tuli dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu tuli konduktif dan tuli saraf. Tuli konduktif terjadi disebabkan oleh menumpuknya kotoran telinga di saluran pendengaran, sehingga mengganggu transmisi suara ke koklea. Tuli saraf terjadi bila terdapat kerusakan syaraf pendengaran atau kerusakan pada koklea khususnya pada organ korti.
f.     Othematoma (telinga bunga kol), terjadi gangguan pada tulang rawan telinga yang dibarengi dengan pendarahan internal serta pertumbuhan jaringan telinga yang berlebihan (sehingga telinga tampak berumbai laksana bunga kol). Kelainan ini diakibatkan oleh hilangnya aurikel dan kanal auditori sejak lahir. (encharta ensiklopedi)
g.    Penyumbatan oleh kotoran telinga (serumen) bisa menyumbat saluran telinga dan menyebabkan gatal-gatal, nyeri serta tuli yang bersifat sementara.
Dokter akan membuang serumen dengan cara menyemburnya secara perlahan dengan menggunakan air hangat (irigasi). Tetapi jika dari telinga keluar nanah, terjadi perforasi gendang telinga atau terdapat infeksi telinga yang berulang, maka tidak dilakukan irigasi.
Jika terdapat perforasi gendang telinga, air bisa masuk ke telinga tengah dan kemungkinan akan memperburuk infeksi. Pada keadaan ini, serumen dibuang dengan menggunakan alat yang tumpul atau dengan alat penghisap. Biasanya tidak digunakan pelarut serumen karena bisa menimbulkan iritasi atau reaksi alergi pada kulit saluran telinga, dan tidak mampu melarutkan serumen secara adekuat
h.    Perikondritis, adalah suatu infeksi pada tulang rawan (kartilago) telinga luar. Disebabkan : cedera, gigitan serangga,  pemecahan bisul dengan sengaja. Nanah akan terkumpul diantara kartilago dan lapisan jaringan ikat di sekitarnya (perikondrium). Kadang nanah menyebabkan terputusnya aliran darah ke kartilago, menyebabkan kerusakan pada kartilago dan pada akhirnya menyebabkan kelainan bentuk telinga. Meskipun bersifat merusak dan menahun, tetapi perikondritis cenderung hanya menyebabkan gejala-gejala yang ringan. Untuk membuang nanahnya, dibuat sayatan sehingga darah bisa kembali mengalir ke kartilago. Untuk infeksi yang lebih ringan diberikan antibiotik per-oral, sedangkan untuk infeksi yang lebih berat diberikan dalam bentuk suntikan. Pemilihan antibiotik berdasarkan beratnya infeksi dan bakteri penyebabnya. (medicastore). Ada banyak lagi gangguan yang terjadi pada alat pendengaran kita ini, misalnya tumor, cedera, eksim, otitis dan lain-lain.


3.    Kelainan pada Hidung
a.    Pilek (tersumbatnya saluran pernapasan)
b.    Polip (daging tumbuh di dalam rongga hidung),
c.    Rusaknya saraf pembau akibat cedera pada kepala.
d.   Anosmia, adalah gangguan pada hidung berupa kehilangan kemampuan untuk membau. Penyakit ini dapat terjadi karena beberapa hal, misalnya cidera atau infeksi di dasar kepala, keracunan timbel, kebanyakan merokok, atau tumor otak bagian depan. Untuk mengatasi gangguan ini harus diketahui dulu penyebabnya.
e.    Mimisan adalah satu keadaan pendarahan dari hidung yang keluar melalui lubang hidung.  Ada dua tipe pendarahan pada hidung:
1)   Tipe anterior (bagian depan)
Merupakan tipe yang biasa terjadi. Dalam kasus tertentu, darah dapat berasal dari sinus dan mata. Selain itu pendarahan yang terjadi dapat masuk ke saluran pencernaan dan dapat mengakibatkan muntah.
Tipe posterior (bagian belakang). Secara Umum penyebab epistaksis dibagi dua yaitu:
a)    Lokal, disebabkan terutama trauma, sering karena kecelakaan lalulintas, olah raga, (seperti karena pukulan pada hidung)yang disertai patah tulang hidung(seperti pada gambar di halaman ini),mengorek hidung yang terlalu keras sehingga luka pada mukosa hidung, adanya tumor di hidung, ada benda asing (sesuatu yang masuk ke hidung) biasanya pada anak-anak, atau lintah yang masuk ke hidung, dan infeksi atau peradangan hidung dan sinus (rinitis dan sinusitis)
b)   Sistemik, penyakit yang tidak hanya terbatas pada hidung, yang sering meyebabkan mimisan adalah hipertensi, infeksi sistemik seperti penyakit demam berdarah dengue atau cikunguya, kelainan darah seperti hemofili, autoimun trombositipenic purpura.

4.    Kelainan pada Lidah
a.    Oral candidosis, penyebabnya adalah jamur yang disebut Candida albicans, gejalanya lidah akan tampak tertutup lapisan putih yang dapat dikerok.
b.    Atropic glossitis, yaitu  lidah akan terlihat licin dan mengkilat baik seluruh bagian lidah maupun hanya sebagian kecil. Penyebab yang paling sering biasanya adalah kekurangan zat besi. Jadi banyak didapatkan pada penderita anemia.
c.    Geografic tongue, yaitu lidah seperti peta, berpulau-pulau. Baik banyak maupun sedikit. Bagian pulau itu berwarna merah dan lebih licin dan bila parah akan dikelilingi pita putih tebal.
d.   Fissured tongue, yaitu lidah akan terlihat pecah-pecah. Kadang garis hanya satu ditengah, kadang juga bercabang-cabang.
e.    Glossopyrosis, yaitu kelainan ini berupa keluhan pada lidah dimana lidah terasa sakit dan panas dan terbakar tetapi tidak ditemukan gejala apapun dalam pemeriksaan. Hal ini kebanyakan karena psikosomatis dibandingkan dengan kelainan pada syaraf.


5.    Kelainan pada Kulit


a.       Skabies (seven-year itch), disebabkan oleh parasit insekta yang sangat kecil (Sarcoptes scabies) dan dapat menular pada orang lain.
b.      Eksim, merupakan penyakit kulit yang akut atau kronis, menyebabkan kulit menjadi kering, kemerah-merahan, gatal-gatal, dan bersisik.
c.       Jerawat, merupakan gangguan umum yang bersifat kronis pada kelenjar minyak. Penyakit tersebut umumnya dialami anakanak masa remaja. Jerawat biasanya menyerang bagian wajah, dada atas, dan punggung. Bekas jerawat dapat menimbulkan bopeng.
Pemijitan jerawat secara tidak benar perlu kamu hindari, sebab hal tersebut dapat menyebabkan infeksi. Cara pencegahan timbulnya jerawat yang paling mudah yaitu makan makanan yang seimbang, cukup tidur dan olah raga, serta rajin menjaga kebersihan kulit.
d.      Biang keringat,  dapat mengenai siapa saja; baik anak-anak, remaja, atau orang tua. Biang keringat terjadi karena kelenjar keringat tersumbat oleh sel-sel kulit mati yang tidak dapat terbuang secara sempurna. Keringat yang terperangkap tersebut menyebabkan timbulnya bintik-bintik kemerahan yang disertai gatal. Daki, debu, dan kosmetik juga dapat menyebabkan biang keringat. Orang yang tinggal di daerah tropis yang kelembapannya tidak terlalu tinggi, akan lebih mudah terkena biang keringat. Biasanya, anggota badan yang terkena biang keringat yaitu daki, leher, punggung, dan dada.
e.       Purivitus kutanea, yaitu penyakit kulit dengan gejala rasa gatal yang dipacu oleh iritasi saraf sensori porifer. Pruvitus kutanea juga disebabkan oleh kencing manis, penyakit hati, dan gangguan kelenjar tiroid.
f.       Kalvus (mata ikan/caplak ) memang salah satu penyakit yang jarang ditemui dewasa ini. Penebalan kulit yang akhirnya menimbulkan rasa nyeri ini bahkan bisa membuat kaki berlubang meski tidak permanen. Untuk mencegah mata ikan timbul kembali, pakailah sepatu dengan bantalan telapak kaki yang baik, jaga berat badan ideal, dan pilih alas kaki yang sesuai.
g.      Kadas/kurap penyebabnya adalah Trichophyton. Infeksi biasanya menyebabkan bercak pink sampai merah yang kadang berbentuk bundar dan jernih tengahnya.)
h.      Kutu air merupakan suatu infeksi jamur yang biasanya muncul pada cuaca panas/hangat. Biasanya disebabkan jamur yang bisa tumbuh di daerah yang lembab dan hangat, dan di sela-sela jari-jari kaki.) 
i.        Vitilogo, kelainan kulit yang bersifat kronis progresif. Banyak hipotesis mengenai peyebab penyakit ini. Berupa gangguan pigmentasi dengan gambaran berupa bercak-bercak putih yang berbatas tegas. Penyebabnya bisa jadi ada riwayat keluarga, genetik, trauma fisik (burn/terbakar, zat kimia), penyakit interna (DM, tiroid), serta penyakit otoimun.)
j.        Gangren, adalah kelainan pada kulit karena kematian sel-sel jaringan tubuh. Hal ini disebabkan oleh suplai darah yang buruk untuk bagian tubuh tertentu. Suplai darah yang buruk dapat disebabkan oleh penekanan pada pembuluh darah (misalnya, balutan yang terlalu ketat). Terkadang, gangren disebabkan oleh cedera langsung (gangren traumatik) atau infeksi.
k.      Biduran, disebabkan oleh udara dingin, alergi makanan, dan alergi bahan kimia. Biduran ditandai dengan timbulnya bentol-bentol yang tidak beraturan dan terasa gatal. Biduran dapat berlangsung beberapa jam dan dapat juga berlangsung berhari-hari. Jika penyakit ini disebabkan oleh alergi, maka cara pencegahannya adalah dengan menghindari bahan makanan dan produk kimia yang menyebabkan alergi. Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan resep obat yang diberikan oleh dokter.
l.        Ringworm, adalah sejenis jamur yang menginfeksi kulit. Infeksi ini ditandai dengan timbulnya bercak lingkaran di kulit. Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan menjaga agar kulit tetap kering dan tidak lembab. Pengobatannya dilakukan dengan mengkonsumsi obat anti jamur.
m.    Psoriasis,  belum dapat disembuhkan secara total, tetapi pengobatan teratur dapat menekan gejala menjadi tidak nampak. Gejala yang ditimbulkannya adalah kulit kemerahan yang dapat terjadi di kulit kepala, sikut, punggung, dan lutut. Penyebab pasti dari penyakit ini belum bisa ditentukan, tetapi hasil dari banyak penelitian penyakit ini disebabkan adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Ada dua tipe sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh kita, yaitu sel limfosit T dan limfosit B. Pada psoriaris terjadi aktivasi limfosit T yang tidak normal di kulit. Ini menyebabkan kulit menjadi meradang secara berlebihan.

n.      Kanker kulit,  disebabkan oleh penerimaan sinar matahari yang berlebihan. Penyakit ini lebih sering menyerang orang yang berkulit putih atau terang, karena warna kulit tersebut lebih sensitif terhadap sinar matahari. Pencegahan dapat dilakukan dengan tabir surya atau menghindari kontak dengan sinar matahari yang terlalu banyak.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar